Jumat, 30 Maret 2018

Penilaian Afektif

TEST, MEASUREMENT, AND
ASSESSMENT
Pendahuluan
Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam evaluasi, yaitu tes, pengukuran, dan penilaian. (test, measurement, and assessment). Tes adalah salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan (Djemari Mardapi, 2008: 67). Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Objek ini bisa berupa kemampuan peserta didik, sikap, minat, maupun motivasi. Respons peserta tes terhadap sejumlah pertanyaan menggambarkan kemampuan dalam bidang tertentu. Tes merupakan bagian tersempit dari evaluasi.
Pengukuran (measurement) Allen & Yen mendefinisikan pengukuran sebagai penetapan angka dengan cara yang sistematik untuk menyatakan keadaan individu (Djemari Mardapi, 2000: 1). Dengan demikian, esensi dari pengukuran adalah kuantifikasi atau penetapan angka tentang karakteristik atau keadaan individu menurut aturan-aturan tertentu.  Keadaan individu ini bisa berupa kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor.
 Penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda dengan evaluasi. Popham (1995: 3) mendefinisikan asesmen dalam konteks pendidikan sebagai sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan dengan berbagai kepentingan pendidikan. Boyer & Ewel mendefinisikan asesmen sebagai proses yang menyediakan informasi tentang individu siswa, tentang kurikulum atau program, tentang institusi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem institusi.
Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut,  inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Penilaian
Yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah bahwa dalam melakukan penilaian harus yakin bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada diri anak didik karena ada dua hal yang harus dilakukan yaitu : mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk kemudian dijadikan dasar penetapan ada tidaknya perubahan, dan derajat perubahan yang terjadi. Bukti-bukti yang dikumpulkan dapat bersifat kuantitatif, membagi hasil pengukuran berbentuk angka misalnya dari testing, pemberian tugas penampilan (performance), kertas kerja, laporan tugas lapangan dan lain-lain.
Penilaian adalah hasil pengukuran dan penentuan pencapaian hasil belajar, sementara evaluasi adalah penentuan nilai suatu program dan penentuan pencapaian tujuan suatu program. Adapun tujuan penilaian meliputi: 1) menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu, 2) menentukan kebutuhan pembelajaran, 3) membantu dan mendorong siswa, 4) membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik, 5) menentukan strategi pembelajaran, 6) akuntabilitas lembaga, dan 7) meningkatakan kualitas pendidikan
  Sebagai salah satu bagian yang penting dalam rangkaian proses pendidikan dan pengajaran, dapat dikatakan semua kegiatan pendidikan dan pengajaran baik tidaknya di tentukan oleh penilaian, dan tentunya di dalam prakteknya tidak melihat hasil baiknya saja tetapi juga harus melihat kriteria atau hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penilaian, antara lain :
Penilaian harus mencakup tiga aspek kemampuan, yaitu pengetahuan dan sikap.
Menggunakan berbagai cara penilaian pada waktu kegiatan belajar sedang berlangsung
Pemilihan alat dan jenis penilaian berdasarkan rumusan tujuan pembelajaran
Mengacu pada tujuan dan fungsi penilaian,misal pemberian umpan balik,memberikan laporan pada orang tua,dan pemberian informasi pada siswa tentang tingkat keberhsilan belajarnya.
Alat penilaian harus mendorong kemapuan penalaran dan kreativitas siswa, misalnya tes tertulis uraian, portofolio, hasil karya siswa,observasi dan lain-lain.
Penilaian dapat dilakukan melalui tes dan non tes.
Mengacu pada prinsip diferensiasi,yakni memberikan peluang kepada siswa untuk menunjukkan apa yang diketahui, yang dipahami, dan mampu dilakukannya.
Tidak bersifat diskriminasi, yakni untuk memilih-milih mana siswa yang berhasil dan mana yang gagal dalam menerima pembelajaran (Depdiknas,2003 : 37)

Jenis Penilaian
Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapain kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih (kognitif, afektif, dan psikomotorik). Berkaitan dengan ranah kognitif yaitu kemampuan berpikir, yang mencakup kemampuan intelektual, mulai dari kemampuan mengingat sampai dengan kemempuan memecahkan masalah. Taxonomy Cognitive Bloom (Bloom, Englehert, furst, Hill, kwathwohl ’56 ) menjelaskan bahwa ada enam tingkat kognitif berpikir yaitu :
Pengetahuan (Knowledge.
Pemahaman (Comprehension
Aplikasi (Aplication),
Analisis (Analysis
Sintesis (Synthesis) Evaluasi (Evaluation)

Penilaian ranah psikomotor
Penilaian dapat dibedakan menjadi dua yaitu penilai nkelas dan penilaian berkala. Penilaian kelas adalah penilain yang dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian untuk ranah psikomotorik penilaian ini dilakukan dengan cara mengamati siswa setiap mereka belajar, mengerjakan tugas dan menjawab ujian harian.
Penilain berkala adalah penilaian yang dilakukan secara berkala tidak terus menerus. Penilaian ini dilakukan setelah siswa belajar sampai dengan penguasaan kompetensi dasar, dengan demikian ada kemungkinan pelaksanaan tes blok mata pelajaran tertentu tidak bersamaan waktunya dengan tes blok mata pelajaran lainnya. Oleh kerana itu, hasil laporan hasil belajar siswa harus dinyatakan dalam ketiga ranah tersebut Laporan hasil belajar siswa dapat berupa raport dan hasil belajar siswa sebaiknya juga dilaporkan ke masyarakat, yang dapat berupa laporan pengembangan prestasi akademik sekolah yang ditempelkan ditempat pengumuman sekolah. Untuk itu terdapat beberapa jenis penilaian yang perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai (Depdiknas,2003 : 10 ).
Penilaian unjuk kerja
 Penilaian sikap
 Penilaian tertulis
Penilaian produk
Penilaian portofolio
Penilaian diri

Tujuan Penilaian
Sebagaimana tersebut di muka, kita mengenal tujuan umum evaluasi secara umum, ialah untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan pada diri siswa, serta tingkat perubahan yang dialaminya. Tetapi sebenarnya hal tersebut baru merupakan sebagian tujuan penilaian. Tujuan atau fungsi penilaian siswa di sekolah pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam empat kategori :
Untuk mendapatkan umpan balik (feed back) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar-mengajar dan mengadakan remidial program bagi siswa.
Untuk menemukan angka kemajuan atau hasil belajar masing-masing siswa yang antara lain diperlukan untuk pemberian laporan kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas dan penentuan lulustidaknya siswa.
Untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuan atau karakteristik lainnya yang dimiliki siswa.
Untuk mengenal latar belakang (psikologi, fisik dan lingkungan) siswa yang mengalami kesulitankesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.

Pertanyaan :
Tujuan  umum evaluasi secara umum, ialah untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan pada diri siswa, serta tingkat perubahan yang dialaminya. Tetapi sebenarnya hal tersebut baru merupakan sebagian tujuan penilaian. Bagaimana tujuan umum evaluai tersebut tidak sesuai dengan harapan kita sebagai guru apa yang harus kita lakukan?

1 komentar:

  1. kita harus lebih aktifdan kreatif dalam mengajar sehingga terjadi perubahan dalam diri siswa dari yang tidak tahu menjadi lebih tahu

    BalasHapus